Mengenalkan Pendidikan Indonesia Dari Sekolah SPK Tahun 2024

Perpaduan kurikulum antara kurikulum asing dan kurikulum nasional dalam pelaksanaan belajar mengajar menjadi karakter khas di satuan pengajaran kerja sama (SPK). Sebab memakai kurikulum asing, SPK juga mendatangkan guru-guru kerkebangsaan asing. SPK adalah satuan pengajaran yang dikelola atas dasar kerja sama antara lembaga pengajaran asing (LPA) yang terakreditasi atau diakui di negaranya dengan lembaga pengajaran di Indonesia (LPI).

Beberapa besar sekolah SPK untuk jenjang Pendidikan anak umur dini (PAUD) dan TK memakai slot spaceman sistem Montessori, Waldorf dan Reggio Emilia. Meski untuk jenjang sekolah dasar sampai sekolah menengah lazimnya mengadopsi program International Baccalaureate (IB), program Penempatan Lanjutan (AP) Dewan Perguruan Tinggi dan kurikulum Sertifikat Internasional Pendidikan Menengah (IGCSE) Cambridge International.

Kecuali kurikulum yang “gado-gado”, sekolah SPK juga dilengkapi sejumlah fasilitas superior. Untuk fasilitas olahraga, contohnya sekolah ini memiliki kolam renang, lapangan tenis, lapangan sepak bola, lapangan basket, lintasan atletik dan lain-lain. Kecuali itu areal SPK yang relatif luas juga bisa menampung ruang serba guna, pelbagai laboratorium, dan fasilitas keren lainnya.

Dengan fasilitas yang wah dan eksistensi guru-guru asing, maka norma berikutnya di sekolah SPK adalah tarif pengajaran yang menempuh ratusan juta rupiah dalam setahun. Dengan ongkos pengajaran yang relatif mahal, maka hanya keluarga dari kalangan menengah atas saja yang sanggup menyekolahkan anaknya di SPK. Dan tentu saja, kesejahteraan guru-guru dan tenaga kependidikan di SPK jauh di atas rata-rata standar nasional.

Menurut Undang-undang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 31/2014, untuk menerima gelar SPK ini, sekolah semestinya meraih akreditasi nasional “A” dan diakreditasi oleh lembaga asing yang bekerja sama dengan mereka. Sekolah-sekolah SPK juga semestinya memasukkan tiga mata pelajaran kurikulum semestinya, adalah Pendidikan Kewarganegaraan Nasional (PKN), Bahasa Indonesia dan Agama ke dalam kurikulumnya.