Pemkot Kota Surabaya Sekarang Legal Buka Untuk Pendidikan Nonformal Dengan Seimbang SMA

Namanya Studio Kesibukan Belajar (SKB). Wujudnya institusi pengajaran nonformal seimbang SMA, SMK, atau MA. Tetapi, yang menaungi Pemkot Surabaya. Jadi, statusnya institusi negeri. Lulusannya akan mempunyai ijazah ujian nasional pengajaran kesetaraan paket C yang seimbang SMA/SMK dan bisa dipakai untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

Pendidikan formal SMA dan SMK sudah menjadi urusan pemerintah provisi. Bukan lagi urusan pemkot. Kemarin siang (26/7) Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan memberi tahu institusi baru buatan pemkot hal yang demikian kepada https://www.freshnytrees.com/ awak media. Tetapi menjadi keistimewaan tentu bukan sekadar lulusan seimbang paket C. Tetapi, ada pengajaran vokasi atau keterampilan. Umur, tata boga, otomotif, barista, tata busana, alat berat, komputer autocad, dan seni musik.

’’Agustus ini siap beroperasi. Angkatan pertama,’’ ujar Ikhsan. Dalam selebaran terkait SKB itu diceritakan ada lima rombel yang sudah disiapkan. Satu rombel kelas X yang terdiri atas 40 peserta ajar, satu rombel kelas XI dengan 40 peserta ajar, dan tiga rombel kelas XII dengan 120 peserta ajar.

Salah satu syaratnya adalah umur. Tetapi diterima di SKB Negeri 1 Kota Surabaya adalah anak muda umur 16–21 tahun. Pendidikan yang semestinya mereka bisa diterima di SMA, SMK, atau MA. Lebih dari umur 21 tahun akan disalurkan ke program lain buatan pemkot seperti aneka pelatihan yang bermuara pada profesi.

Soal status institusi itu, Ikhsan menuturkan sudah ada Perwali 49/2017 perihal Studio dan Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis Satuan Pendidikan Nonformal Studio Kesibukan Belajar pada Dinas Pendidikan Kota Surabaya. pun yakin pendirian institusi hal yang demikian tidak bertentangan dengan pembagian kewenangan SMA dan SMK yang menjadi wilayah pemprov.

SKB Negeri 1 Kota Surabaya berada di bawah naungan bidang PAUD, pengajaran masyarakat, kesenian, dan olahraga pengajaran. ’’Di kota itu kan programnya pengajaran dasar SD dan SMP juga kejar paket. Paket A, B, dan C itu masih di kota,’’ jelas Ikhsan.