sejarah dan tujuan osis

Sejarah Terbentuknya Osis Dan Tujuan Serta Manfaatnya

Osis merupakan singkatan dari Organisasi Siswa Intra Sekolah. OSIS berada di tingkat Sekolah Menengah, yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh siswa-siswa yang terpilih untuk menjadi pengurus. Pengurus tersebut dipilih oleh siswa dalam lingkup sekolah dengan tujuan untuk mencapai raihan dan keterampilan tertentu.

Organisasi siswa tersebut memiliki seorang pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak situs judi bola sekolah. Adapun anggota dari OSIS berisi seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Secara umum, OSIS mempunyai tujuan untuk memberikan fasilitas kepada para siswa untuk menyalurkan harapan dan keinginannya, mengekspresikan kreativitasnya, dan berpartisipasi untuk hal-hal yang positif.

Dalam upaya mengenal dan memahami OSIS, perlu mengetahui sejarahnya. Selain itu, penting juga mengetahui fungsi OSIS, tujuan, hingga tugasnya. Berikut ini sejarah OSIS, fungsi, tujuan, hingga tugasnya yang perlu diketahui, dilansir dari sman13padang.sch.id, Senin (17/7/2023).

Sejarah OSIS

Sebelum adanya OSIS, di sekolah-sekolah setingkat SMP dan SMA, ada beberapa jenis organisasi dengan beraneka sifat dan bentuknya. Ada organisasi siswa yang terdiri dari siswa di sekolah tersebut, ada juga organisasi siswa yang terbentuk dari siswa di luar sekolah. Organisasi siswa yang terbentuk dan mempunyai hubungan dengan organisasi di luar sekolah, umumnya mengarah ke hal-hal yang berhubungan dengan politik sehingga kegiatan organisasi siswa tersebut dikendalikan dari luar sekolah.

Baca Juga : Napak Tilas Sekolah Dasar atau Sekolah Rakyat di Indonesia

Akibat dari keadaan itu, timbul loyalitas ganda dari anggotanya. Di satu sisi siswa harus mengikuti peraturan yang dibuat sekolah. Di sisi lain, mereka harus tunduk pada peraturan organisasi yang dikendalikan dari luar sekolah. Padahal, pada saat itu, ada banyak organisasi siswa yang tumbuh dan berkembang, keadaan ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, golongan, atau organisasi pihak luar sekolah. Maka itu, pada 1970 sampai tahun 1972, beberapa ketua organisasi siswa mulai sadar setelah mendapat arahan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Mereka mulai peduli untuk menumbuhkan rasa persatuan di kalangan siswa untuk menghindari perpecahan dan konflik di antara intern siswa di sekolah atau antarsiswa berbeda sekolah. Dengan pembinaan dan pengembangan generasi muda, selanjutnya didirikanlah Organisasi Siswa Intra Sekolah.

Fungsi OSIS

OSIS memfasilitasi para siswa untuk belajar bertanggung jawab sesuai tugas masing-masing pengurus demi kepentingan sekolah dan semua siswa. Selain itu, OSIS mempunyai fungsi sebagai pendorong berkembangnya kemampuan dan kreativitas siswa. OSIS juga bisa berfungsi mencegah munculnya pengaruh negatif pada siswa. Dengan adanya OSIS, siswa bisa mempunyai kegiatan yang positif sehingga bisa memaksimalkan kemampuan berkreativitas dan menyalurkan bakat siswa ke hal-hal yang bermanfaat bagi siswa dan sekolah.

Tugas OSIS

OSIS bertugas mengendalikan aktivitas siswanya untuk bisa lebih terarah dan lebih positif. Selain itu, semua siswa yang tergabung dalam kepengurusan OSIS memiliki tugas spesifik sesuai jabatannya. Bagi setiap siswa yang sudah terlibat di dalam kepengurusan, mereka memiliki tugas masing-masing yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Di samping semua siswa yang terlibat dalam kepengurusan OSIS, ada pembina yang bertugas untuk mengawasi jalannya kepengurusan dan kegiatan OSIS. Beberapa guru akan dipilih untuk menjadi pembina dan mengawasi keseluruhan jalannya OSIS. Pada dasarnya setiap OSIS di satu sekolah memiliki struktur organisasi berbeda antara satu dengan yang lainnya, tetapi biasanya struktur keorganisasian dalam OSIS meliputi:

a. Ketua Pembina (Kepala Sekolah)

b. Wakil Ketua Pembina (Wakasek Kesiswaan)

c. Pembina (biasanya guru yang ditunjuk oleh Sekolah)

d. Ketua Umum

e. Wakil Ketua

f. Sekretaris;

g. Wakil Sekretaris;

h. Bendahara;

i. Wakil Bendahara;

j. Sekretaris Bidang, yang meliputi 10 bidang.

Manfaat Ikut Kegiatan OSIS

Manfaat dari ikut kegiatan OSIS di antaranya adalah:

a. Mengash Jiwa Kepemimpinan

Dengan menjadi satu di antara pengurus OSIS, kamu akan dihadapkan pada keadaan di mana kamu harus menggerakkan anggota sebagai sumber daya yang dimiliki untuk meraih hasil yang diinginkan.

b. Meningkatkan Kemampuan Manajemen

Kemampuan atau keterampilan dalam bermanajemen merupakan hal yang penting untuk dimiliki seseorang. Kemampuan manajemen ini bisa dipelajari dan dibina semenjak di sekolah dengan ikut kegiatan OSIS. Kamu mempunyai program untuk disesuaikan antara mengaturnya, memperbaikinya, dan mengerjakannya hingga terlaksana.

c. Pengalaman Organisasi

Pengalaman berorganisasi sejak dini akan memberikan manfaat yang amat berharga bagi kamu. Saat masuk dunia kerja nanti, kamu akan diuntungkan jika pernah bergabung dalam satu wadah organisasi.

d. Meningkatkan Kerja Sama

Di OSIS, kamu akan terbiasa berkomunikasi dengan siswa lain untuk melakukan kerja sama guna mencapai tujuan program OSIS. Komunikasi juga wajib terjalin antara para anggota dengan pembina OSIS, yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan beberapa guru selaku pembimbing. Melalui OSIS, kamu berlatih berbagi tugas dan menyelesaikannya dengan tanggung jawab.

e. Berperan Lewat Program Kerja

Selain untuk para siswa, OSIS memberikan kesempatan untuk berperan dalam lingkungan sekitar, masyarakat, dan negara. Kamu beserta pengurus dan anggota lain dapat menyusun dan mengelola program yang ditujukan untuk siswa dan masyarakat sekitar. Contohnya bakti sosial, donor darah, dan lain sebagainya.